Posyandu Remaja | 9 months ago
Talk Show Lebih Dekat dengan Covid Posyandu Remaja Baujeng

H Abdul Asis AR mengungkapkan bahwa “Awal membaca judul Talk Show yang diajukan oleh Posyandu Remaja Baujeng bekerjasama dengan RSUD Bangil sudah terasa aroma nakalnya. Saat semua ingin dijauhi oleh virus ini, la mereka malah ingin mengenal lebih dekat”. Banyaknya info yang bersliweran dimedia sosial tentang covid memang tidak semakin membuat para penyimaknya mengenal lebih dalam, kenapa? Karena info itu datang berhamburan tanpa melalui proses filterisasi oleh para ahli. Antara benar dan salah menjadi semu. Antara nyata dan halu campur jadi satu. Sulit membedakan mana yang asli dan mana yang palsu.

Masyarakat dibuat bingung oleh arus informasi tak terbendung ini. Kebanyakan karena mereka lupa bahwa disetiap bidang ada ahlinya. Seperti bila kita ingin banyak tahu tentang agama, maka kita mengambil ilmu dari para Ulama. Seperti itu pula bila kita ingin banyak tahu tentang kesehatan, ambil pengetahuan itu dari para dokter yang teruji nyata keilmuannya. Maka tidak salah, Posyandu Remaja Baujeng meminta dr.Darmi Sapto Kurniawati, M.H.Kes untuk ngobro-ngobrol santai tapi serius dan serius tapi santai di Cafe Latar Ombo Baujeng.

Untuk mengenal lebih dekat dengan covid-19 dan penanggulangannya, tidak lain agar langkah-langkah menghadapi pandemi ini bisa tepat dan bagus sesuai arahan Para Ahli Kesehatan. Banyak ilmu yang bisa didapat dari beliau, diantaranya tidak perlu punya rasa takut yang berlebihan terhadap virus ini.

Takut boleh, tapi ketakutan jangan. Virus ini menyerang kekebalan tubuh, dan kekebalan tubuh semakin memudar pada seseorang yang dihinggapi ketakutan. "Bahagia itu kunci utama imun tubuh manusia." begitu kata dokter yang juga Ahli Hypnotherapi dan Akupuntur ini. Beliau juga membagikan tips, dimasa pandemi ini agar senantiasa menerapkan PMP yaitu Pikiran Positif, Makan banyak dan teratur serta Proning. Yang menarik, Proning yang secara etimologi artinya tengkurap, oleh beliau diartikan lebih dalam. Yaitu bersujud, sholat dan bertahajjud, mendekatkan diri kepada Allah dan mengakui kehambaan kita dimataNya. Hal ini menjadi bentuk pasrah diri dan ridlo atas apapun keputusan Allah hingga bisa menerimanya dengan penuh bahagia.

Pada acara ini, saya bertugas hanya sebagai pemanis saja (karena itu yang saya punya) dan sesekali menjawab pertanyaan dari audiens terkait kehalalan vaksin, shaf jamaah yang berjarak, masjid ditutup saat pandemi dan lain-lain. Diantara yang saya sampaikan adalah, bahwa pro dan kontra terhadap penanganan wabah sudah terjadi sejak zaman dahulu. Kíta harus menyikapinya dengan sedewasa mungkin agar tetap bahagia.

Seperti pada masa wabah di Syam, 3 gubernur Syam dalam 3 periode yang berbeda yaitu Abu Ubaidah bin Al Jarrah, Mu'adz bin Jabal dan Amr bin Ash tidak sama asumsinya. Amr bin Ash yang tidak mengikuti dua pendahulunya sempat dikatakan pembohong oleh Abu Watsilah Al Hudzali ketika mengajak penduduk Syam berpencar sebagai upaya pencegahan penyebaran wabah.

Tentang keragu-raguan atas kehalalan penggunaan vaksin, saya sampaikan bahwa kita memiliki lembaga yang berkompeten dibidang itu. Orang-orang dilembaga itu bukan orangorang yang asal comot tapi benar-benar ahli dalam ilmu agama. Belau-beliau yang tergabung di komisi Fatwa MUI punya kredibilitas keilmuan yang tidak diragukan. Maka, kita cukup percaya dan yakin saja serta tidak mudah terpengaruh dengan informasi-informasi timpang yang mengalir dipusarannya. Sekali lagi, agar kita bahagia.

Vaksin itu bagian dari pencegahan, maka tidak perlu negative thinking bila ada orang yang sudah vaksin tapi masih terpapar. Kata Syekh Ma'ruf Khozin, vaksin itu ibarat payung. Kalau pas hujan, orang yang memakai payung tidak berarti ia terhindar dari kebasahan. Tapi akan lebih basah kuyup lagi, orang yang kehujanan dan dia tidak memakai payung. Tidak perlu heran berlebihan, Bukankah banyak diantara kita yang ketika masih bayi sudah melaksanakan vaksin "campak", ternyata saat dewasa masih saja "dicampakkan"??? Kostum saya dan Bu Dokter tidak disediakan oleh Mas Pendik selaku Owner Cafe Latar Ombo atau Panitia Talk Show dari Posyandu Remaja Baujeng. Kalau terlihat serasi dan couple, itu hanya unsur kebetulan belaka.

 

Penulis : Tim Posyandu Remaja Baujeng                                                                                                    

Editor : Yoga Andika (Penggiat Posyandu Remaja)

 

Artikel Lainnya